Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains: Quantum Learning

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.

Hello guys👋🏻kembali lagi dengan saya Yuyun Lestari. Disini saya akan membagikan ulasan pertemuan kelima mata kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains yang diampuh oleh Bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

Pada pertemuan kelima ini kita membahas tentang Quantum Learning. Mari kita bahas lebih lanjut apa itu Quantum Learning.

Metode quantum learning & teaching adalah metode belajar mengajar yang didasarkan pada prinsip-prinsip konstruktivistik. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang non-objektif, bersifat temporer, berubah-ubah dan tidak menentu. Belajar merupakan aktivitas penyusun pengetahuan dari pengalaman yang konkrit, aktivitas kolaboratif, refleksi dan interpretasi, yaitu pengaitan pengetahuan baru dengan pengetahuan lama yang sudah ada dalam struktur kognitif pembelajar atau peserta didik. Sedangkan mengajar adalah  menata lingkungan belajar agar pembelajar atau peserta didik termotivasi dalam menggali makna atau upaya yang dilakukan pendidik untuk membelajarkan peserta didik. Jadi, tujuan dari belajar adalah untuk menciptakan pemahaman baru dan menekankan belajar sebagaimana belajar, yaitu usaha sadar untuk berubah.

Quantum learning adalah model pembelajaran yang memberikan kiat-kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajarnya dapat mempertajam pemahaman, daya ingat serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat, sehingga pelajar atau peserta didik menjadi lebih termotivasi. Quantum learning merupakan gabungan yang seimbang antara bekerja dan bermain, antara rangsangan internal dan eksternal. Selain itu quantum learning mampu menggabungkan rasa percaya diri, keterampilan belajar dan keterampilan berkomunikasi.

◼◻ Berdasarkan prinsip-prinsip konstruktivistik, maka metode quantum learning and teaching menekankan:

1. Antara pendidik dan peserta didik tidak ada jarak dan sama-sama merupakan sumber belajar.

2. Metode belajar yang tepat, yaitu metode yang dapat membuat peserta didik melakukan belajar dan menciptakan lingkungan yang nyaman sebagai tempat belajar.

3. Keberadaan peserta didik di dalam kelas harus menyatu atau tanpa jarak dengan peserta didik lain dan tempat duduk peserta didik biasanya membentuk setengah lingkaran.

4. Evaluasi, yaitu satu kesatuan dengan proses pembelajaran. Evaluasi yang diterapkan tidak lagi menggunakan bentuk tes tertulis dengan kertas atau pensil, melainkan dilengkapi dengan evaluasi proses dan portofolio.

◼◻ Prinsip quantum teaching dalam pembelajaran sebagai berikut:

1. Segalanya bicara, yaitu semuanya harus mengirim pesan tentang belajar, mulai dari lingkungan kelas, bahasa tubuh, kertas yang dibagikan oleh pendidik dan rancangan pembelajaran.

2. Segalanya bertujuan, yang terjadi dalam pengubahan pendidik harus mempunyai tujuan.

3. Pengalaman sebelum pemberian nama, maksudnya otak kita berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks yang akan menggerakkan rasa ingin tahu peserta didik. Oleh karena itu, proses belajar yang paling baik terjadi ketika peserta didik telah mendapatkan informasi sebelum mereka memproleh nama untuk apa yang mereka pelajari.

4. Akui setiap usaha, yaitu belajar mengandung resiko. Artinya belajar melangkah keluar dari kenyamanan. Pada saat peserta didik mengambil resiko ini, maka mereka layak mendapatkan pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.

5. Jika layak untuk dipelajari maka layak pula untuk dirayakan. Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.

◼◻ Model quantum learning terdiri dari 6 komponen pembelajaran sebagai berikut:

1. Tumbuhkan minat dan manfaat belajar.

2. Alami dengan menciptakan atau mendatangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti oleh semua pelajaran atau peserta didik.

3. Namai dengan menyediakan kata kunci, konsep, model, rumus, dan strategi.

4. Demonstrasikan dengan menyediakan kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan bahwa mereka tahu.

5. Ulangi dengan cara menunjukkan cara-cara mengulang materi dan menegaskan kepada diri sendiri bahwa aku memang tahu ini.

6. Rayakan dengan mengakui untuk penyeleksian, partisipasi dan perolehan keterampilan dari ilmu pengetahuan.

Quantum teacher mendahulukan interaksi dalam lingkungan belajar, memperhatikan kualitas interaksi antar peserta didik, antara peserta didik dengan pendidik dan antara peserta didik dengan kurikulum.

See you next chapter and thank you guys🙏🏻

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.



Komentar

Posting Komentar