Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains: Desain Model Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Dalam Bidang Sains
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.
Hello guys👋🏻Perkenalkan saya Yuyun Lestari. Disini saya akan membagikan ulasan pertemuan keempat mata kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains yang diampuh oleh Bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.
Pada pertemuan keenam ini kita membahas tentang desain model pembelajaran kolaboratif berbasis keterampilan berfikir kritis dalam bidang sains. Mari kita bahas lebih lanjut apa itu model pembelajaran kolaboratif.
Model pembelajaran kolaborasi adalah berkolaborasi atau bekerja bersama-sama dengan orang lain. Praktek pembelajaran kolaboratif berarti bekerja secara berpasangan atau dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama. Model pembelajaran kolaboratif berarti belajar melalui kerja kelompok bukan belajar dalam kesendirian. Sedangkan kolaboratif dalam kamus bahasa Indonesia adalah kerjasama. Pembelajaran kolaboratif adalah perpaduan dua atau lebih peserta didik yang bekerja bersama-sama dan berbagi beban kerja secara setara dan perlahan untuk mewujudkan hasil pembelajaran yang diinginkan.
Pembelajaran kolaboratif menekankan pada proses pembelajaran secara bersama-sama antar peserta didik. Situasi di mana terdapat dua atau lebih orang belajar atau berusaha untuk belajar sesuatu secara bersama-sama memanfaatkan sumber daya dan keterampilan satu sama lain, meminta informasi satu sama lain, mengevaluasi ide-ide satu sama lain dan membantu pekerjaan satu sama lain, dll.
◼◻ Ada beberapa ciri-ciri pembelajaran kolaboratif, yaitu:
1. Setiap anggota kelompok memiliki peran.
2. Terjadi hubungan interaksi langsung di antara peserta didik.
3. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya.
4. Guru membantu mengembangkan keterampilan yang dimiliki interpersonal kelompok.
5. Guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan, artinya guru sebagai fasilitator atau mitra belajar peserta didik.
◼◻ Tahapan-tahapan model pembelajaran kolaboratif sebagai berikut:
1. Mengorientasikan peserta didik dalam pembelajaran kolaboratif.
2. Membentuk kelompok.
3. Menyusun tugas pembelajaran.
4. Memfasilitasi kolaborasi peserta didik.
5. Memberi nilai dan mengevaluasi pembelajaran kolaboratif.
◼◻ Pendekatan pembelajaran kolaboratif sebaga berikut:
1. Analytic Teams (AT)
Anggota tim mengasumsikan peran-peran dan tugas-tugas tertentu untuk dijalankan ketika mereka ditugaskan membaca bacaan yang ditugaskan kepada mereka, mendengarkan materi dan menyaksikan video secara kritis. Peran-peran seperti perangkum, penghubung, pendukung dan pengkritik yang lebih fokus pada proses analitik daripada proses kelompok.
2. Group Investigation (GI)
Dalam group investigation kelompok peserta didik merencanakan, melaksanakan dan melaporkan proyek riset-riset mendalam. Proyek-proyek ini memberi kesempatan kepada peserta didik mempelajari sebuah topik secara intensif dan dapat pengetahuan khusus mengenai suatu bidang tertentu.
◼◻ Kelebihan model pembelajaran kolaboratif sebagai berikut:
1. Model pembelajaran kolaboratif mengajarkan nilai-nilai kerjasama.
2. Model pembelajaran kolaboratif mengajarkan keterampilan hidup dasar, yaitu mendengarkan pendapat orang lain, berkomunikasi secara efektif, mengatasi konflik dan bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Artinya setiap peserta didik mendapat kesempatan yang sama untuk menunjang timnya mendapat nilai yang maksimal, sehingga semua peserta didik termotivasi untuk belajar.
3. Mendorong peserta didik saling belajar dalam kerja kelompok. Artinya setiap individu merasa mendapat tugas dan tanggung jawab sendiri-sendiri, sehingga tujuan pembelajaran kolaboratif dapat berjalan bermakna dan tujuan pembelajaran dapat dicapai secara maksimal sesuai dengan harapan tujuan pendidikan nasional.
◼◻ Kelemahan model pembelajaran kolaboratif sebagai berikut:
1. Tidak memiliki kepercayaan diri atau minat dalam bekerja sama sehingga peserta didik enggan untuk mencoba.
2. Keberhasilan model pembelajaran kolaboratif ini membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
3. Tanpa adanya tujuan pembelajaran yang jelas, maka peserta didik akan sulit mendapatkan informasi selama proses pembelajaran.
See you next chapter and thank you guys🙏🏻
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.
Sangat bermanfaat👍
BalasHapus