Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains: Model Pembelajaran Kooperatif

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.

Hello guys👋🏻Perkenalkan saya Yuyun Lestari. Disini saya akan membagikan ulasan pertemuan pertama mata kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains yang diampuh oleh Bapak Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si.

Pada pertemuan pertama ini kita membahas tentang RPS, rubik penilaian, pengantar perkuliahan dan model-model pembelajaran kooperatif. 

Pengantar perkuliahan pada pertemuan pertama ini adalah peran teknologi bagi pendidikan. Di zaman yang semakin berkembang seperti sekarang, teknologi sangat berperan bagi pendidikan. Contohnya, banyak informasi yang bisa diakses melalui media digital seperti google, youtube, perpustakaan online, e-learning, dll. Selain mendapatkan informasi kita juga bisa berbagi informasi dan saling diskusi melalui blog, whatsapp, dll.

Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menerapkan kelompok-kelompok belajar. Ada banyak jenis-jenis model pembelajaran kooperatif, diantaranya jigsaw, team game tournament, STAD dll. 

Mari kita bahas lebih lanjut model pembelajaran kooperatif dari tiga jenis yang dicontohkan di atas......

1. Model Jigsaw

Pada model jigsaw, guru membagi satuan informasi pada materi pembelajaran yang besar menjadi komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi peserta didik ke dalam kelompok belajar kecil yang terdiri dari empat peserta didik , sehingga setiap peserta didik bertanggung jawab terhadap penguasaan setiap komponen atau sub topik yang ditugaskan oleh guru. Peserta didik yang bertanggung jawab terhadap komponen atau sub topik yang sama tersebut membentuk kelompok lagi yang terdiri dari banyaknya jumlah kelompok. 

Model jigsaw ini dikenal sebagai model pembelajaran kooperatif para ahli, karena setiap anggota kelompoknya dihadapkan pada permasalahan yang berbeda. Tetapi permasalahan yang dihadapi setiap kelompok sama dan setiap peserta didik  utusan dari kelompok yang berbeda membahas materi yang sama.

2. Model Teams Games Tournaments (TGT)

Pada model TGT, peserta didik dibagi menjadi kelompok belajar beranggotakan lima sampai enam peserta didik yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku atau ras yang berbeda. Guru memberikan materi dan peserta didik bekerja dalam kelompok masing-masing. Dalam kerja kelompok tersebut guru memberikan lembar kerja peserta didik (LKPD) kepada setiap kelompok. Selanjutnya tugas yang diberikan oleh guru dikerjakan bersama anggota kelompoknya. Dalam TGT peserta didik memainkan permainan dengan anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka. Permainan dapat disusun oleh guru dalam bentuk kuis berupa pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran dan bisa juga diselipkan pertanyaan yang berkaitan dengan identitas kelompoknya.

Permainan dalam TGT dapat berupa pertanyaan yang di tulis pada kertas origami dan diberi angka. Setiap peserta didik mengambil sebuah kertas origami yang sudah diberi angka dan berusaha menjawab pertanyaan yang ada di dalam kertas origami tersebut.

3. Model Student Teams Achievement (STAD)

Pada model STAD, peserta didik dibagi menjadi kelompok belajar beranggotakan empat peserta didik yang beragam kemampuan, jenis kelamin dan sukunya.  Guru memberikan topik yang akan dibahas pada mata pelajaran tersebut dan peserta didik di dalam kelompok itu memastikan bahwa semua anggota kelompok itu bisa menguasai materi. Selanjutnya semua peserta didik diberikan kuis perorangan tentang materi tersebut dan pada saat itu mereka tidak boleh saling membantu satu sama lain. Nilai hasil kuis peserta didik dibandingkan dengan nilai rata-rata mereka sebelumnya. Setelah itu peserta didik diberikan hadiah berdasarkan seberapa tinggi peningkatan nilai yang bisa dicapainyaatau seberapa tinggi nilai peserta didik melampaui nilai mereka sebelumnya. Nilai perorangan peserta didik ini kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan nilai kelompok dan kelompok yang dapat mencapai nilai dengan kriteria tertentu akan mendapatkan sertifikat atau hadiah yang lainnya.

Jadi model STAD ini memicu peserta didik agar saling mendorong dan membantu satu sama lain dalam menguasai keterampilan yang diajarkan oleh guru.



See you next chapter and thank you guys🙏🏻.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.



Komentar

  1. Selamat pagi kak. Saya izin bertanya, jadi model pembelajaran kooperatif jigsaw ini kelompok belajarnya adalah kelompok ahli?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat pagi kembali. Baiklah, terima kasih untuk pertanyaannya. Jadi pada model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini, peserta didik dibagi menjadi kelompok asal yang mendapatkan materi atau topik berbeda setiap anggotanya. Setelah itu anggota kelompok asal tersebut membentuk kelompok ahli yang anggotanya memiliki materi atau topik yang sama. Selanjutnya setiap anggota kelompok ahli saling mengemukakan pendapatnya dan mereka kembali lagi ke kelompok asal untuk menyampaikan hasil diskusinya.

      Hapus
    2. Terima kasih banyak kak🙏

      Hapus
  2. Terima kasih, postingannya sangat membantu🙏

    BalasHapus

Posting Komentar